Home News Sekolah Rakyat Medan Dikebut, Wakil Wali Kota Warning Drainase Buruk dan Praktik Bongkar Ulang Jalan

Sekolah Rakyat Medan Dikebut, Wakil Wali Kota Warning Drainase Buruk dan Praktik Bongkar Ulang Jalan

50
0
SHARE
Sekolah Rakyat Medan Dikebut, Wakil Wali Kota Warning Drainase Buruk dan Praktik Bongkar Ulang Jalan

WARTALISTASBATAS.MY.ID, MEDAN – Pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Medan kini memasuki fase krusial. Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap turun langsung ke lokasi proyek di Jalan Flamboyan II, Kecamatan Medan Tuntungan, Senin (30/3/2026), dan mengeluarkan peringatan tegas terkait potensi lemahnya koordinasi lintas sektor yang berisiko menghambat percepatan pembangunan.

Dalam peninjauan tersebut, Zakiyuddin menegaskan bahwa proyek Sekolah Rakyat merupakan program prioritas strategis yang tidak boleh tersendat akibat persoalan teknis klasik. Ia meminta seluruh perangkat daerah dan instansi terkait bekerja cepat, terintegrasi, dan satu komando dalam menyelesaikan seluruh tahapan pembangunan.

Sorotan utama diarahkan pada infrastruktur dasar yang belum optimal, terutama drainase dan penerangan jalan. Zakiyuddin menilai kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kualitas proyek, tetapi juga mencerminkan lemahnya perencanaan kawasan. Ia menegaskan, lingkungan pendidikan tidak layak jika masih dihadapkan pada persoalan drainase yang buruk.

Lebih tajam, Zakiyuddin menyinggung praktik berulang yang selama ini menjadi persoalan dalam proyek infrastruktur, yakni pembongkaran kembali jalan yang sudah diaspal untuk pemasangan pipa atau kabel utilitas. Menurutnya, praktik tersebut adalah bentuk pemborosan anggaran dan kegagalan koordinasi yang tidak boleh terulang.

“Kita tidak mau lagi pekerjaan yang tidak sinkron. Jalan sudah selesai, lalu dibongkar lagi. Ini jelas merugikan dari sisi biaya, waktu, dan kualitas,” tegasnya.

Di sisi lain, pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum menyebut progres pembangunan Sekolah Rakyat Medan termasuk yang tercepat secara nasional dengan capaian 28 persen. Sebanyak 13 bangunan utama telah menyelesaikan struktur inti, dengan target penyelesaian pada 30 Juni 2026 dan operasional pada 30 Juli 2026.

Meski progres dinilai positif, tantangan di lapangan masih cukup signifikan. Kesiapan infrastruktur pendukung seperti drainase, jalan lingkungan, dan penerangan menjadi faktor penentu keberhasilan proyek secara keseluruhan. Tanpa penyelesaian terpadu, percepatan yang dicanangkan berpotensi terganggu oleh persoalan teknis yang berulang.

Pemko Medan menargetkan Sekolah Rakyat ini menjadi model sinergi pembangunan nasional antara pemerintah pusat dan daerah. Namun, efektivitas koordinasi lintas sektor akan menjadi kunci utama, apakah proyek ini benar-benar menjadi ikon keberhasilan, atau justru kembali terjebak dalam pola lama pembangunan yang tidak efisien.(WLB/ REL)